Kuliah Tamu Pimred Radar Pat Petulai di Dinkes RL

Bertempat di Aula Dinkes RL, Selasa (7/6), diselenggarakan kuliah tamu (pelatihan singkat) oleh Pimred Radar Pat Petulai, Bp Rachman Yasin dengan topik  aspek penulisan artikel jurnalistik dan seni fotografi untuk berita. Acara berlangsung dari pukul 08.30 – 10.30 WIB. Peserta terdiri dari Sekdis, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan karyawan yang aktif menulis di website www.dinkesrl.net. Tujuan pertemuan ini adalah untuk memperluas pengetahuan karyawan Dinkes tentang cara penulisan artikel yang baik yang memenuhi kaidah jurnalistik, misalnya  penulisan keterangan pers (press release).  Pemateri juga mengajarkan bagaimana cara mengambil moment/peristiwa untuk dokumentasi foto, sehingga foto yang diambil dapat berbicara tentang fakta yang sebenarnya.

Dengan berbekal pengalamannya sebagai wartawan senior Jawa Pos Group, Bp Rachman Yasin menjelaskan tentang  cara penulisan artikel jurnalistik yang baik, yaitu yang memenuhi unsur 5W + 1 H. Isi artikel harus jelas, ringkas, padat dan dapat memberikan informasi mengenai siapa (who), di mana (where), kapan (when), apa (what), mengapa (why) dan bagaimana (how). Juga dicontohan artikel berita yang baik dan bagimana pemberian judul berita yang mewakili isi berita. Menurutnya, berita dapat dimulai dari  pembuka yang menceritakan siapa atau apa, kapan, mengapa dan bagaimana peristiwanya. Kemudian  penulisannya  dibuat dari angle (sudut) sesuai pandangan penulisnya, jangan menimbulkan banyak tafsir. Kelengkapan berita seperti itulah sebaiknya yang tercakup dalam suatu press release.

Pada sisi lain, beliau juga menjelaskan tentang pengambilan moment suatu peristiwa untuk dokumentasi foto atau berita. Kamera yang disarankan SLR untuk fotografi profesional, meskipun untuk situasi tertentu kamera pocket/saku masih bisa digunakan. Kamera SLR diperlukan untuk momen/peristiwa yang dinamis dan bergerak, sementara kamera saku untuk yang peristiwanya sifatnya statis. Diupayakan agar pengambil foto mengambil gambar dari sudut menyeluruh, ada petikan “long shoot” dan ada “zoom shoot”nya.  Beliau memberikan contoh foto-foto yang diambil oleh wartawan dengan cara yang kreatif, sehingga unsur 5W+1H pun bisa tergambar dalam foto.

Acara terakhir adalah tanya jawab. Pertanyaan dari rekan-rekan Dinkes umumnya berkaitan dengan bagaimana cara menjawab pemberitaan yang tidak berimbang, apakah data dari instansi perlu diberitakan semua, bagaimana menghadapi wartawan yang hendak mencari informasi di instansi dan bagaimana menulis berita di website. Beliau menjawab bahwa jika pers dirasa membuat pemberitaan yang tidak benar, maka hal tersebut bisa diadukan ke polisi dengan delik menista dengan tulisan atau pencemaran nama baik. Agar tidak terjadi hal yang demikian, maka berilah wartawan informasi yang memadai. Jika ragu-ragu, mintalah wartawan menunjukkan kartu pers/ID-card.

Komentar Facebooker

komentar


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current day month ye@r *